backpacking kepulauan seribu kantong mahasiswa

Bosen di gunung, ahirnya kami turun ke laut. hehehe. Tujuan kami : Kepulauan Seribu, dengan sejuta pesonanya. “Bermodalkan” beberapa catper dan sedikit nekat, jadilah kami bertiga berangkat.. dan inilah kisah perjalanan 3 perjaka… :) :)
Setelah malam sebelumnya mencari informasi dan membooking alat snorkeling untuk 2 hari, kami meluncur ke Muara Angke. Dari rumah kami berangkat pukul 05.00. Perjalanan memakan waktu 1 jam dan kami sarapan dan buang air sebelum akhirnya kapal berangkat pukul 07.00 menuju Pulau Pramuka.
Dalam satu hari, kapal ke Pulau Pramuka berangkat 2 kali, yaitu pukul 07.00 dan 13.00. Selain ke Pulau Pramuka, pagi itu juga ada kapal yang menuju Pulau Tidung dan Pulau Kelapa. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 – 3 jam dengan tarif Rp 30.000/orang.

Sekitar pukul 09.45 kami sampai di darmaga Pulau Pramuka. Beningnya air membuat ikan-ikan yang berenang terlihat dengan jelas. Setelah sedikit berdiskusi, kami memutuskan untuk berkeliling Pulau Pramuka dulu sambil mencari makan dan menunggu alat snorkeling datang.

Di pulau ini terdapat beberapa fasilitas penting pemerintahan seperti Kantor Bupati, RSUD, Pegadaian, dan Kantor Pos. Penginapan semuanya juga terpusat di pulau ini. Kami berhenti di Warung Makan Padang dan makan dengan porsi Rp 10.000/orang, worthed lahh untuk standar tempat wisata.. hehe..
Perjalanan dilanjutkan menuju penangkaran penyu yang berada di bagian selatan pulau.

Akhirnya Pak Satibi, selaku penyewa alat snorkeling menghubungi kami kalau alat sudah siap. Dengan nego yang kami lakukan, kami mendapatkan 1 set snorkeling dengan harga Rp 50.000/1 set/2 hari. Padahal harga yang biasa ditawarkan disana rata2 Rp 40.000/1 set/1 hari, lumayan nambah Rp 10.000 saja udah bisa pakai buat 2 hari.. 1 set terdiri atas 1 snorkel, 1 masker selam, 1 pasang kaki katak, dan 1 life jacket (pelampung).

Sekitar pukul 12.30, kami meluncur ke Pulau Karya dengan tarif Rp 3.000/orang. Sepi dan tenang, sangat berbeda dengan Pulau Pramuka, karena memang Pulau Karya tidak berpenghuni. Air disini lebih menggiurkan dari yang kami lihat di Pramuka. Kami sholat, lalu mencari spot untuk mendirikan tenda di pinggir pantai.

FYI, di pulau karya ini tidak ada perkampungan, yang ada malah perkuburan umum tempat istirahat terakhir masyarakat kepulauan seribu. Di kalangan anak-anak, pulau ini sangat angker, karena banyak anak-anak yang mengalami musibah di pulau ini. Pulau ini tabu bagi mereka, dan kata mereka di pulau ini berdiam hantu cina, yang membuat pulau ini lebih dikenal dengan sebutan Pulau Cina.. :)

Puas kami bersnorkeling, kami memutuskan untuk menyeberang ke pulau tempat kami akan menginap, Pulau Panggang. Sekitar pukul 15.45 kami menyeberang ke Pulau Panggang menggunakan ojeg antar pulau dengan tarif Rp 3.000/orang. Pulau Panggang adalah pulau yang paling padat penduduknya. Namun di pulau ini, sama sekali tidak ada penginapan untuk wisatawan. Kami bertanya-tanya kepada penduduk dimana tempat mendirikan tenda, dan mereka mengarahkan kami ke ujung timur pulau. Kami bermain dengan beberapa anak kecil disana dan mengobrol dengan penduduk setempat sampai sunset tiba.

Untuk makan malam, kami membeli Nasi Goreng Telur dengan harga Rp 6.000/porsi di perkampungan penduduk. Sekitar pukul 21.00 kami kedatangan tamu, beberapa remaja setempat. Ternyata mereka adalah remaja karang taruna yang ditugasi untuk ronda oleh ketua RT setempat. Selain ditugasi menjaga keamanan, mereka juga harus mencegah perzinaan, hehehe. Setelah sebelumnya kami diberi ikan bakar gratis oleh seorang wisatawan asal Jakarta juga, kami tertidur sekitar pukul 01.30 dini hari.

Pagi menyambut kami dengan angin yang kencang. Kami terbangun pukul 05.45, dan ternyata aktivitas masyarakat sudah mulai. Untuk sarapan kami memasak mie instant. Kami melakukan packing dan bersiap untuk segera ke Pramuka untuk mengejar kapal siang ke Muara Angke.

Pukul 08.30 kami sudah sampai di Pulau Pramuka dengan menggunakan ojeg bertarif Rp 3.000/orang. Segera kami mencari spot snorkeling yang di bagian utara pulau.

Sekitar pukul 10.30, kami menyudahi snorkeling kami dan memutuskan untuk mengembalikkan alat yang kami pinjam ke Pak Satibi. Kami menumpang membilas di rumahnya. Lanjut, kami makan nasi + ikan tongkol + teh dengan harga Rp 10.000/orang. Jam sudah menunjukkan pukul 11.30, kami memutuskan untuk pergi ke dermaga dan membeli tiket Pramuka-Muara Angke sebesar Rp 30.000/orang. Tiket yang dijual hanya 100 tiket/perjalanan. Namun, anda juga dapat membayar saat di kapal apabila sudah kehabisan tiket. Menunggu kapal datang, kami memacing ikan2 kecil di dermaga.

Kapal pun datang, dan pukul 13.00 kapal berangkat menuju Muara Angke. Lelah beraktivitas, kami tertidur di perjalanan. Terbangun, warna laut sudah berubah menjadi hijau kecoklatan dan kadang diselingi sampah2 mengapung, menandakan Jakarta sudah dekat. Pukul 15.45 kapal sampai di Muara Angke. Kami naik angkot B01 arah Grogol dan naik Bus Mayasari Bakti arah Kampung Rambutan untuk menuju rumah masing2.

Total uang yang dikeluarkan per orang :
Rp 60.000 (2 x Rp 30.000 ; Kapal Muara Angke-Pramuka PP)
Rp 50.000 (Alat Snorkeling 2 hari)
Rp 26.000 (Rp 10.000 + Rp 6.000 + Rp 10.000 ; makan 3 kali)
Rp 9.000 (3 x Rp 3.000 ; angkutan ojeg kapal Pramuka-Karya-Panggang-Pramuka)
Total : Rp 145.000

Gimana, murah kan ? Untuk 2 hari yang sangat mengesankan, kita gak sampe ngeluarin Rp 150.000 per orang. woohohohoho.

Tips :
1. Pastikan alat snorkeling (terutama kaki katak) pas dengan ukuran anda.
2. Bawa penutup kepala, karena pada siang hari cuaca cukup panas dan silau.
3. Walaupun ada banyak tanda alam, pastikan bawa kompas untuk kepastian arah kiblat sholat.
4. Awasi barang2 yang anda tinggal saat snorkeling.
5. Jangan lupa bawa sunblock untuk anda yang tidak ingin kulit terbakar.
6. Hati2 terhadap satwa2 yang berbahaya seperti ubur2 dan bulu babi.
7. Hargai adat setempat. Unsur mistik masih sangat kental, terutama di kalangan anak2 hehe.

CATPER ini diambil dari blog adek gw, satu tim perjalanan ma gw.. kebetulan gw lagi males nulis.. hehe..

http://www.ujan.org/2009/10/perjalanan-3-perjaka-kepulauan-seribu.html

wisata curug cibeureum cibodas #2

Lanjut dari postingan sebelumnya.. :D

pagi-pagi gw dibangunkan oleh seorang kawan, entah lupa siapa (maaf ya, hehe).. sebagai seorang muslim yang baik (amin), gw langsung menuju kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan sholat subuh, walau mungkin sudah kesiangan karena hari sudah terang.. :D

pagi itu sangat cerahhh, matahari bersinar seperti normal (dari ufuk timur), alhamdulillahh.. sempat mengabadikan penampakan langit pagi itu.. indahnya!! :)

puas memandangi langit, gw segera masuk ke dalam warung Mang Idi kembali.. melihat teman-teman yang masih tertidur, gw jadi terpikat untuk berbaring lagi.. alhasil, kita semua baru bangun sekitar jam 9 pagi, dan baru berangkat ke air terjun sekitar jam 10 pagi..

perjalanan ke air terjun amatlah menyenangkan, sambil menikmati udara yang lembab gimana gitu (hutan disini sangat terawat) sambil bernyanyi-nyanyi… untuk masuk ke kawasan curug cibeureum ini kita diwajibkan membayar tiket masuk Rp 3000 di pos ranger (sudah termasuk asuransi)

perjalanan menuju air terjun memakan waktu sekitar 1 jam dan terukur jaraknya adalah 28 hektometer, setara dengan 2,8 km dengan jalan yang berbatu dan menanjak.. perjalanan cukup menguras tenaga, oleh karena itu jangan lupa menyiapkan perbekalan yang cukup dan seimbang sesuai dengan berat badan, umur dan jenis kelamin anda..

dalam perjalanan kita akan melewati beberapa pos, diantaranya pos telaga biru.. disini ada sebuah danau alami, yang terbentuk dari aliran sungi.. air danau ini berwarna biru karena lumut yang ada di dasar danau ini.. terdapat juga ikan-ikan besar seukuran betis orang dewasa, namun kami tidak mengetahui jenisnya.. mungkin ikan primitif yang berasal dari zaman purba atau semacamnya, hehe..

berikut pemandangan telaga biru.. :)

sekitar 15 menit dari telaga biru kita akan melewati rawa gayonggong.. konon rawa ini terbentuk dari kawah mati, dan mengalami sedimentasi oleh tanah dan pasir yang terbawa oleh aliran air.. untuk melewati rawa-rawa ini telah dibuat jembatan kayu sepanjang kurang lebih 300 meter.. disini kehati-hatian sangat diperlukan karena banyak bagian papan kayu yang sudah jebol.. apabila kau terjatuh, niscaya kau akan kesulitan karena tingginya kurang lebih 2 meter dari dasar rawa.. dan tidak terdapat tangga, eskalator maupun lift untuk naik kembali.. :( :(

you can make good photo composition here! :D

setelah berjalan sekitar 15 menit dari ujung jembatan kayu, kita akan tiba di tempat yang kita nanti-nantikan!! curug cibeureum! eng ing enngggg!!!

disini ada tiga air terjun, yang diatas adalah curug cibeureum, yang dibawah ini adalah curug cidendeng..

ada lagi curug cikundul yang tersembunyi, namun kami lupa mendokumentasikan.. jadi gak bisa dipajang dehhh dimari.. :(

sekitar jam 12.00 hujan turun dengan derasnya.. kami terpaksa berteduhh di salah satu saung yang ada disana.. dan gw baru menyadari kalo ketiga air terjun ini ternyata semakin indah dinikmati di kala hujan.. :D

sekian FR dari curug cibeureum, nantikan report perjalanan gw selanjutnya! :D

wisata curug panjang dan cibodas #1

libur telahh tibaa..

akhirnya.. :D

diawali dengan nongkrong2 habis peresmian nama angkatan baru Trinawa Bhuwana (ekskul pecinta alam sekolah gw) di rumah Bagus, kami memustuskan untuk pergi ke cibodas sebagai hidangan pembuka liburan semester ini.. hehe..

pertimbangan utama ke cibodas adalah faktor 4D : doku, duit dan dana.. sebabnya cibodas adalah satu2nya tujuan refreshing yang paling murah meriah di sekitar jakarta (tanpa pertimbangan makan), dan bisa menginap secara gratis di warung-warung yang ada sekitar parkiran mobil..

perjalanan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB (yang awalnya janjian jam 9 teng berangkat), melewati jalan raya bogor dan berbelok ke arah sentul yang begitu indahnya karena ditemani rintik hujan sepanjang jalan..

neduh sebentar sambil menikmati pemandangan..

lanjut lagi hingga keluar di Gadog dan masuk jalan raya puncak.. di tengah perjalanan Falah mengusulkan belok ke Curug Panjang dulu.. okelah segera meluncur ke TKP.. untuk menuju Curug Panjang ini tidak ada petunjuk dari jalan raya puncak, jadi memang yang pernah kesana saja yang mungkin tahu lokasinya..

Untuk masuk ke curug panjang ini kami dikenakan retribusi Rp 5000/orang, sudah termasuk parkir sepeda motor.. kawasan curug panjang ini masih sepi pedagang, jadi masih lumayan bersih.. ditambah lagi banyak rambu-rambu untuk memelihara kebersihan..

segera kami berjalan menuju lokasi curug yang memakan waktu sekitar 5 menit saja..

curug ini dinamakan curug panjang, mungkin karena memang bentukan curug ini bukan seperti air terjun yang airnya jatuh vertikal, tapi seperti jeram di sungai yang memiliki elevasi tinggi.. dan debit air disana sedang besar-besarnya karena sedang musim hujan.. :D

cuma Falah yang sampai berendam-rendam di kolam, gw beserta yang lain hanya main-main air aja.. lompat dari batu ke batu, berendam kaki, sama curi-curi pandang ke satu-satunya wanita yang ada disana.. hahahha.. :)

puas main di Curug Panjang, kami segera bergegas berangkat lagi karena hari sudah sangat sore.. oh ya, jalan ke Curug Panjang ini sangat tidak recommended untuk dilewati mobil, banyak spot tanah longsor di tepi jalannya..

next on the way to Cibodas, sepanjang perjalanan kami ditemani kabut yang sangat tebal..

hingga akhirnya sampai di kawasan cibodas setelah menembus barikade pos pembayaran.. :p

sampai di pelataran parkir dengan segera kami bergegas ke warung Mang Idi, dan beristirahat disana untuk perjalanan esok hari ke curug cibereum.. warung-warung disana lagi sepi-sepinya, karena pendakian ke gunung gede-pangrango sedang ditutup, dan juga karena bukan weekend.. warung mang idi yang biasanya rame banget kini kosong melompong gak ada orang, we got all the space for us!

warung Mang Idi sekarang sudah semakin nyaman, ada musholla di sebelah warungnya.. tapi yang makin gak nahan yaitu makanan dan minuman yang kian mahal! :(

kegiatan malam didominasi dengan sharing.. maen poker, gaple dan tidur.. karena esoknya akan menguras tenaga yang banyak, kami pun akhirnya secara sukarela mulai mencari posisi yang enak, lalu terlelap.. :)

*share rate makanan di warung Mang Idi :

  • nasi goreng : Rp 9.000
  • soto : Rp 9.000
  • teh manis : Rp 3.000
  • kopi sachetan plus seduh : Rp 3.000

harga segitu kami anggap wajar karena udah diberikan fasilitas nginep gratis.. hehe..

*tiket masuk kawasan Cibodas : Rp 4000/orang dan Rp 5000/motor

*tiket masuk kawasan Curug Panjang : Rp 10.000/2 orang, sudah termasuk motor

petualangan berlanjut ke postingan selanjutnya ya! :)

postingan pertama, selamat datang dunia maya.. :)

bismilah. dengan ini saya resmi mempublikasikan blog saya salmana08.student.ipb.ac.id

alhamdulillah.. :D

semoga blog ini turut berpartisipasi dalam menaikkan rating IPB dalam dunia maya.. heheh, sekalian jadi media unjuk diri dan narsis-narsisan.. :p

dadahhh. see you on my next post!

cheers! :)


Salman Al Farisi